REVIEW JETBeam DDR30

REVIEW JETBeam DDR30

Pada kesempatan ini saya menulis review senter JETBeam DDR30. Senter monster terbaru dari salah satu produsen ternama asal China. Disebut senter monster karena cahaya yang dihasilkan luar biasa terang, bisa mencapai maksimum 3300 Lumen. Jauh lebih terang dibanding lampu mobil. DDR merupakan singkatan dari Digital Display Rechargeable sedangkan angka 30 berarti senternya butuh 3 baterai. Tradisi dari JETBeam untuk menamakan model senternya.  Angka 10 di akhiran berarti 1 baterai, 20 berarti 2 baterai, dan seterusnya.

SPESIFIKASI

  • Sumber Cahaya: 3 LED XM-L2 dengan umur teknis 50ribu jam
  • Baterai: 3 buah Li-ion 18650
  • Output:
    • High Mode 3300 Lumen (1,8 jam)
    • Middle Mode 1000 Lumen (8 jam)
    • Low Mode 30 Lumen (60 jam)
  • Jarak sorot maksimum 450 meter
  • Intensitas cahaya 48000 cd
  • Desain circuit: arus konstan dan cahaya konstan
  • Voltase operasional: 9 – 19 Volt
  • Bodi terbuat dari aluminium grade pesawat terbang
  • Dimensi:
    • Panjang 16,4 cm
    • Diameter 6,7 cm
    • Berat 480 gram (belum termasuk baterai)

UNBOXING JETBeam DDR30

JETBeam DDR30 box

JETBeam DDR30 hadir dengan kotak karton yang cukup ekslusif. Wajar saja sebab DDR30 merupakan model kebanggaan JETBeam saat ini.

JETBeam DDR30 inside box

Bagian dalam kotak dilapisi busa yang cukup tebal. Agak terlalu berlebihan untuk senter setangguh JETBeam. Penasaran dengan kualitas JETBeam? Coba saksikan link Youtube berikut ini

JETBeam DDR30 unboxing

Dalam paket terdapat: senter, lanyard, o-ring cadangan, cigarette plug charger, buku petunjuk dan kartu garansi.

JETBEAM DDR30

JETBeam DDR30

JETBeam DDR30 bisa tail-standing dengan stabil berkat diameternya yang cukup lebar. Posisi senter seperti ini merupakan salah satu favorit saya dimana cahaya disorot ke langit-langit dan dipantulkan untuk menerangi satu ruangan. Berhubung cuaca di Indonesia cenderung panas, saya sering kali mencelupkan senter dalam segelas air agar panas bisa tersalurkan dengan baik. LED dan driver aman walaupun senter dinyalakan untuk waktu yang cukup lama.

Sesuai namanya, JETBeam DDR30 dilengkapi dengan Digital Display yang bisa menunjukkan Mode yang sedang aktif dan sisa energi baterai. Fitur ini sangat bermanfaat karena pemakai bisa tahu kapan udah dekat waktunya ganti baterai.

JETBeam DDR30 charging port

JETBeam DDR30 dilengkapi dengan lubang tripod (paling atas). Satu nilai plus karena bisa dipakai sebagai lampu studio. Lubang kedua adalah charging port. Nah, charging port ini adalah salah satu keunggulan teknologi yang dimiliki JETBeam. Biarpun port tanpa penutup tapi senter ini memiliki rating IPX8 alias bisa dicebur air sedalam 2 meter. Wow.. MANTAP.

JETBeam DDR30 parts

Jika dibuka, JETBeam DDR30 terpisah jadi 3 komponen utama: head, body dan battery cartridge. Jangan coba-coba mengutak-atik bagian head jika tidak ingin garansi resminya hangus. Semua senter JETBeam dicover garansi 24 bulan.

Ulir pada bodi senter dianodize sehingga memungkinkan JETBeam DDR30 untuk di-lock out agar tidak nyala tanpa sengaja. Switch pada senter ini bisa temporary on. Tekan dikit aja udah nyala High Mode. Kebayang dong kalau senternya nyala dalam ransel/ tas. LED dan driver bisa rusak karena kepanasan. Ingat.. lock-out senternya dengan mengendorkan kepalanya sedikit jika mau dibawa traveling.

JETBeam DDR30 head

JETBeam DDR30 memiliki 3 LED XM-L2 yang mampu menghasilkan cahaya 3300 Lumen. Lensa kaca diberi AR coating (Anti Reflective Coating) supaya cahaya yang lewat bisa semaksimal mungkin (di atas 99%). Perhatikan kamera saya bisa menghasilkan photo LED yang tajam, ini adalah berkat adanya AR coating.

JETBeam DDR30 positive contact

Bagian driver disegel supaya tidak diutak-atik oleh pemakai. Kontak positif adalah lempengan kecil di tengah. Sedangkan lingkaran besar di samping adalah kontak negatif.

JETBeam DDR30 body

Tulisan pada JETBeam DDR30 sangat halus dan tajam berkat teknologi “laser engraving”. Kekurangan pada bodi DDR30 adalah knurling yang kurang agresif. Senter menjadi terasa licin terutama jika dipegang dengan tangan yang basah. Disarankan untuk memasang dan mengalungkan lanyard di pergelangan tangan saat beraktivitas outdoor dengan DDR30. Walaupun tahan jatuh tapi tetap aja sayang khan kalau senternya baret-baret.

Kekurangan lainnya adalah tidak adanya anti-roll design. Jika digeletakin pada permukaan yang miring dikit aja, senter gampang menggelinding.

JETBeam DDR30 tube

Bagian dalam bodi JETBeam DDR30 sangat sederhana, cuma ada per yang disepuh emas untuk menghambat oksidasi dan meningkatkan daya hantar listrik.

JETBeam DDR30 battery catridge

JETBeam DDR30 membutuhkan 3 baterai Li-ion 18650 yang disusun secara seri. Pastikan bahwa Anda memakai baterai 18650 berproteksi dan berkualitas tinggi. Rangkaian seri 3 buah 18650 sangat berbahaya jika terdapat ketimpangan voltase pada masing-masing baterai. Ketiga baterai ini semuanya baru dan saya charge penuh di external charger sebelum dipakai dalam JETBeam DDR30. Mungkin agak berlebihan, tapi ngak ada salahnya kalau berhati-hati. Buat pembaca yang belum tahu, baterai 18650 merupakan jeroan dari sebagian besar komputer jinjing (notebook). Kebayang dong betapa powerful baterai yang sanggup menghidupkan komputer berjam-jam. 🙂

Perhatikan ada dua baterai yang searah dan satu baterai yang berlawanan arah.. Jangan sampai terbalik polaritas baterainya. Kutub negatif baterai di bagian yang ada per.

JETBeam DDR30 battery catridge top

Seperti disinggung di atas, ada 2 baterai yang searah dan 1 baterai yang berlawanan arah.. terus bagaimana cara memasukkan cartridge ini ke dalam tabung senter sedangkan di cartridge ngak ada petunjuk mana yang hadap bawah dan mana yang hadap atas.. Jangan kuatir, cartridge dimasukkan terbolak balik ngak masalah sebab kutub positif selalu ada di lempengan kuning di bagian tengah.

JETBeam DDR30 on hand

Ukuran JETBeam DDR30 di gengaman tangan saya.. Cukup mungil khan untuk senter berkekuatan 3300 Lumen 🙂

DIGITAL DISPLAY

JETBeam DDR30 Mode Display

Ketika dinyalakan, Digital Display akan menunjukkan Mode yang sedang aktif.

H berarti High Mode 3300 Lumen.

E (baca miring jadi M) berarti Mid Mode 1000 Lumen.

L berarti Low Mode 30 Lumen.

JETBeam DDR30 remaining power display

Setelah beberapa detik nyala, Digital Display menunjukkan sisa energinya baterai. 9 berarti FULL… 0 berarti LOW BATT.

BEAMSHOT

Control Shot

Control Shot. Settingan kamera sengaja diatur supaya cahaya dari lampu penerangan di sisi kanan jalan tidak mengganggu. Photo terlihat lebih gelap daripada kondisi sebenarnya. Settingan yang sama dipakai untuk photo-photo di bawah ini supaya bisa diperbandingkan.

 

Suzuki High Beam

Cahaya lampu jauh Suzuki Karimun.. Lampu masih standar bawaan pabrik.

JETBeam DDR30 High Mode

JETBeam DDR30 menyemburkan cahaya 3300 Lumen. Lampu mobil pun tertunduk malu. Mode ini hanya cocok untuk operasi SAR (Search and Rescue) yang membutuhkan cahaya ekstra. Siap-siap dimaki orang kalau mengaktifkan mode ini tidak pada tempatnya 😀

Cahaya yang dihasilkan bisa mencapai jarak 450 meter (lebih pendek kalau udara berkabut). Pola cahaya termasuk flood (menyebar) sehingga cocok banget buat SAR. Tim rescue tidak hanya bisa melihat korban yang berada di jalur hot spot tapi juga kiri dan kanan.

JETBeam DDR30 Mid Mode

Dalam kondisi normal, Mid Mode 1000 Lumen sudah sangat memadai untuk berbagai aktivitas outdoor.

JETBeam DDR30 Low Mode

Low Mode 30 pas buat penerangan di kala jalan-jalan dalam kompleks. Kondisi sebenarnya lebih terang daripada yang photo.

KESIMPULAN:

PRO:
1. Sangat terang, cocok untuk operasi SAR
2. Cukup 3 baterai 18650 dibanding pesaing dekatnya Nitecore TM26 yang butuh 4 baterai
3. Bisa lock out untuk menghindari aktivasi tak sengaja
4. Bisa tail-standing
5. Charger built-in. Bisa langsung charge baterai selama perjalanan
6. Digital display sehingga bisa memantau sisa energi baterai secara real-time

CON:
1. Knurling tidak agresif. Bodi cenderung licin sehingga sangat disarankan untuk pakai lanyard.
2. Tidak anti-roll. Senter mudah menggelinding.

JETBeam DDR30 bisa dibeli www.alatpetualang.com.

PERHATIAN:

JETBeam DDR30 harus dilock-out dengan mengendorkan kepalanya sedikit jika hendak ditaruh dalam tas / ransel. Switchnya sangat sensitif, ditekan sedikit aja udah nyala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *