REVIEW NITEYE JC10

REVIEW NITEYE JC10

NITEYE JC10 senter yang ditujukan buat pencinta otomotif dan outdoor adventure. Senter ini membutuhkan 1 buah baterai Lithium CR123 sebagai sumber daya. Keunggulan baterai CR123 terletak di ukuran yang kecil, bobot yang ringan, kapasitas 1500 mAh serta kemampuannya untuk beroperasi pada suhu ekstrim hingga -40 derajat Celcius. Dengan kelebihan yang dimiliki CR123 maka tak heran kalau baterai ini sangat populer di negara yang ada musim salju.

NITEYE merupakan produsen senter ternama asal China yang sebagian produknya dijual ke Amerika dan Eropa, jadi ngak heran kalau NITEYE JC10 dirancang untuk memakai baterai CR123. Sekedar informasi, NITEYE satu group dengan JETBeam. Bedanya merek NITEYE ditujukan untuk segmen konsumen kelas atas.

SPESIFIKASI

  • Sumber cahaya: LED CREE R5
  • Lensa: HD Lens
  • Output:
    • Max 260 Lumen (1,5 jam)
    • Min 5 Lumen (40 jam)
  • Terangnya NITEYE JC10 bisa diatur sesuai dengan kebutuhan (variable dimming)
  • Jarak sorot maksimum 90 meter
  • Intensitas cahaya maksimum 1900 cd
  • Design circuit: arus konstan dan terang konstan
  • Voltase operasional: 1 – 3,2 Volt
  • Sertifikasi kedap air IPX8
  • Bodi: aluminium grade pesawat
  • Dilengkapi dengan magnet pada tail-cap
  • Dimensi:
    • Panjang: 8,1 cm
    • Diameter: 2,3 cm
    • Berat: 43 gram (tanpa baterai)

CARA PEMAKAIAN

  • ON/ OFF: Tekan saklar di bagian atas senter.
  • Variable Dimming: Nyalakan senter. tekan dan tahan saklar senter maka terang akan disesuaikan (naik/ turun). Kalau sudah pas, lepas dan senter akan mengingat terang yang kita inginkan.
  • STROBE: Double click

UNBOXING NITEYE JC10

NITEYE JC10 box

NITEYE JC10 datang dalam dus kecil yang cukup sederhana.

NITEYE JC10  unboxing

Dalam paket terdapat: senter, pocket clip, baut, o-ring cadangan, buku petunjuk dan kartu garansi

NITEYE JC10

NITEYE JC10

NITEYE JC10 knurlingnya kurang agresif, cenderung licin kalau dipegang dengan tangan yang basah. Untung dalam paket tersedia pocket clip yang bisa membuat pegangan terasa lebih mantap. Kemampuan tail-standing merupakan salah satu fitur yang saya senangi dari senter ini.

NITEYE JC10 vs SRT3

Perbandingan ukuran NITEYE JC10 dengan NITECORE SRT3. Keduanya menggunakan baterai CR123. Sama-sama senter yang variable brightness. Bedanya NITEYE JC10 diatur terangnya dengan menekan tombol. NITECORE SRT3 dengan memutar smart ring.

NITEYE JC10 unibody

Bagian Head tidak bisa dibuka (menyatu dengan bodi).

NITEYE JC10 inside tube

Kelihatan di photo ini kalau NITEYE JC10 menggunakan komponennya JETBeam juga.

NITEYE JC10 tail cap

Tail-cap NITEYE JC10 dilengkapi dengan magnet sehingga baterai CR123 menempel pada saat dikeluarkan dari senter.

NITEYE JC10 on hand

Perhatikan ukurannya yang mungil dalam gengaman saya.. Apa tangan saya yang besar ya? 😀

CONTOH PEMAKAIAN

NITEYE JC10 kap mesin

NITEYE JC10 ditempel pada kap mesin. Sangat praktis ketika pecinta otomotif hendak mengoprek mobilnya. Bisa ditempel juga di rangka mobil ketika harus masuk kolong mobil.

NITEYE JC10 ganti ban

Jika harus mengganti ban bocor, NITEYE JC10 bisa ditempel ke bodi mobil. Perhatikan cahayanya yang terang mantap.

NITEYE JC10 bagasi

Bisa pula ditempel ke pintu bagasi ketika harus mencari barang.  Terbayang khan manfaat senter ini buat para pecinta otomotif.

BEAMSHOT

Control Shot

Control Shot. Photo kelihatan lebih gelap daripada kondisi sebenarnya. Settingan kamera diatur supaya cahaya lampu jalan di sisi kanan jalan tidak mengganggu.

NITEYE JC10 High Mode

Masih dengan settingan camera yang sama.. Cahaya NITEYE JC10 bersifat flood (nyebar) sehingga sangat nyaman buat penerangan jarak dekat. Apalagi dengan kemampuannya untuk variable dimming, tidak bikin silau.

KESIMPULAN

PRO:
1. Ukuran sangat mungil untuk terang 260 Lumen
2. Dilengkapi pocket clip.. bisa jepit di kantong depan untuk penerangan yang hands free
3. Dilengkapi dengan magnet di tail-cap, sangat praktis untuk perbaikan mobil
4. Variable brightness sehingga bisa mengoptimalkan pemakaian baterai
5. Bisa tail-standing
6. Cahaya flood, cocok untuk walk around the house atau penerangan jarak dekat (tidak bikin silau)

CON:
1. Knurling kurang agresif (untung tertolong oleh adanya pocket clip).
2. Tidak bisa pakai baterai RCR123 yang rechargeable sehingga biaya operasional relatif mahal jika dipakai sebagai senter utama. Disarankan untuk senter backup saja. Baterai CR123 primary (habis buang) berkisar 25 – 30ribu per biji di Jakarta.

Thank you for doing the review for DDR30 and JC10.
PS: JC10 is suitable for RCR123 also, but our engineer do not suggest long 
time using highest output by this battery, the temperature will be too high to 
hurts the led lamp.

CON kedua saya coret karena informasi dari pabrik menyatakan NITEYE JC10 bisa pakai baterai Li-ion RCR123 rechargeable. Namun diingatkan untuk tidak menggunakan output maksimum untuk waktu yang lama karena suhunya bisa sangat panas dan merusak LED.

Tadi siang saya buka baterai RCR123 yang baru kemudian dicharge sampai penuh.. saya coba di JC10 selama 1 menit (bukan max output). Terbukti bisa pakai RCR123. Kalau driver ngak support, nyala beberapa detik aja udah bisa merusak senternya.

Senter NITEYE JC10 bisa dibeli www.alatpetualang.com.