REVIEW NITECORE SRT7

REVIEW NITECORE SRT7

SRT7 merupakan salah satu senter flagship besutan NITECORE. Dilengkapi dengan teknologi smart ring sehingga terangnya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Senter ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kalangan militer, LEO (law enforcement officer) dan outdoor enthusiast (pecinta aktivitas outdoor).

SRT7 with 40 m logo

Ada yang sudah test NITECORE SRT7 untuk scuba diving sedalam 40 meter. Suatu prestasi tersendiri untuk senter yang bukan dirancang untuk nyelam.

SPESIFIKASI

  • Sumber Cahaya: LED CREE XM-L2 T6
  • Terang minimum: 0,1 ANSI Lumen
  • Terang maksimum: 960 ANSI Lumen
  • Dilengkapi dengan smart ring (bisa variable brightness 0,1 ANSI Lumen .. 960 ANSI Lumen)
  • Intensitas maksimum: 23256 cd
  • Jarak sorot maksimum: 308 meter
  • Baterai: 1 buah Li-ion 18650 rechargeable atau 2 buah Lithium Cr123 primary
  • 3 LED yang bisa berubah warna merah, hijau, biru
  • Runtime:
    • Baterai Li-ion 18650 kapasitas 2600 mAh: 960 ANSI Lumen (1 jam 45 menit)… 0,1 ANSI Lumen (200 jam)
    • Baterai CR123 kapasitas 1500 mAh: 960 ANSI Lumen (1 jam 15 menit)… 0,1 ANSI Lumen (120 jam)
  • Rating kedap air 2 meter (IPX8)
  • Tahan jatuh (impact resistant) 1,5 meter
  • Bodi terbuat dari aluminium grade pesawat
  • Lensa mineral glass dengan anti reflective coating
  • Dimensi:
    • Panjang: 15,8 cm
    • Diameter kepala: 4 cm
    • Diameter tabung: 2,54 cm
    • Berat: 173 gram (tanpa baterai)

PETUNJUK PEMAKAIAN

  • Tekan saklar di tail-cap untuk ON/ OFF
  • Putar smart ring untuk ubah mode dan atur terangnya senter

1-1_SRT7_En3

UNBOXING

SRT7 box

Seperti biasa, produk Nitecore hadir dalam dus. Kemasan seperti ini memungkinkan distributor/ dealer memeriksa ulang senternya sebelum dikirim ke konsumen.

SRT7 unboxing

Dalam paket terdapat: senter, pocket clip, holster (sarung senter), o-ring cadangan, karet saklar cadangan, buku petunjuk dan kartu garansi.

IMPRESSION

SRT7 tail standing

NITECORE SRT7 bisa tail standing walaupun tidak benar-benar stabil karena bagian head yang lebih besar daripada tail.. Tapi itu bukan alasan kenapa senternya agak doyong, ini karena memang temboknya yang ngak rata 😀

Untuk pemakaian tail-standing yang lama, saya sarankan cebur dalam gelas berisi air. Gelas akan membuat NITECORE SRT7 berdiri dengan mantap. Air berfungsi sebagai pendingin agar LED dan driver tidak kepanasan. Memang senter NITECORE dibuat dengan ketangguhan tinggi, tapi jika bisa dirawat dan dipakai dengan benar tentunya akan lebih awet. Setuju bukan?

SRT7

Tulisan SRT7 Revenger pada bodi sangat solid dan halus. Knurling juga mantap, enak dipegang. Senter dilengkapi dengan anti-roll design sehingga tidak gampang gelinding. Jika pocket-clip dipasang, feelnya lebih mantap lagi.

SRT7 main parts

SRT7 bisa dicopot menjadi 3 bagian utama: head, body dan tail-cap. Ulir bodi yang dekat head polos, sedangkan yang dekat tail-cap dianodize sehingga dengan mengendorkan tail-cap sedikit, senter bisa dilock-out.

SRT7 recoil protection

Kontak positif pada SRT7 diberi fitur reverse polarity protection.. jika baterai terbalik maka tidak akan ada arus yang mengalir karena kutub negatif baterai (biasanya datar) tidak bisa menyentuh kontak positif yang rada tenggelam ke dalam. Akibat fitur ini, NITECORE SRT7 tidak bisa menggunakan baterai Li-ion 18650 yang flat top. Plastik reverse polarity protection pada SRT7 berbeda dengan yang ada di SRT3 maupun SRT5. Kualitas yang di SRT7 lebih baik.

Perhatikan pula per yang menopang kontak positif. Ini fungsinya untuk meredam recoil (hentak balik) dari senjata saat ditembakkan. Ingat, senter ini sebenarnya ditujukan untuk militer dan aparat keamanan.

SRT7 tail cap spring

Kontak negatif juga dilengkapi dengan per. Dengan adanya per di depan dan belakang maka baterai aman dari efek recoil senjata.

SRT7 tail cap

Tail cap pada SRT7 juga berbeda dengan yang di SRT3. Yang ini cuma pakai 2 kuping sehingga kemampuan SRT7 untuk tail-standing tidak sebaik SRT3. Tail-cap seperti ini untuk mempermudah para LEO, yang seringkali memakai sarung tangan saat operasi taktis, untuk menyalakan senternya.

SRT7 indicator

Pada bagian head terdapat lampu indikator yang multi-fungsi:

  • Locator: pada saat standby (senter ON), lampu ini nyala setiap 2 detik sehingga jika tiba-tiba mati lampu pemilik bisa mengetahui senternya ada dimana
  • Low power indicator: jika saat senter dinyalakan dan lampu ini berkedip cepat berarti sudah low batt.

SRT7 red LED

Selain LED utama, juga terdapat 3 multi color LED. Cahaya merah untuk night photography atau operasi taktis militer.

SRT7 green LED

Cahaya hijau bisa untuk menarik perhatian ikan, cocok buat yang hobi mancing.

SRT7 blue LED

Cahaya biru bisa dipakai untuk melacak bercak darah (cocok untuk yang hobby berburu). Bisa pula untuk yang hobby mancing, cahaya biru juga menarik perhatian ikan untuk mendekati umpan.

NITECORE SRT7 bisa strobo merah biru. Dalam beberapa kejadian, saya usir angkot yang ngetem dengan SRT7. Caranya.. nyalakan SRT7 red blue strobe mode kemudian letakkan di dashboard. Klakson. Supir angkot ngelihat ke belakang lewat spion. Oo.. Oo.. ada mobil aparat mau lewat. Angkot yang ngetem segera maju dan minggir. Ketipu deh supir angkotnya.  Sebel juga sih lihat angkot yang ngetem sembarang di persimpangan dan di tengah jalan. Lho.. kok jadi curhat colongan? 😀

BEAMSHOT

SRT7 beamshot alatpetualang

NITECORE SRT7 cahayanya throw dengan spill yang memadai. Perhatikan hotspot yang di tengah dan spill yang menerangi bebatuan di pantai.

KESIMPULAN

PRO:

  • SRT7 konstruksinya tangguh dan dilengkapi per di kontak positif maupun negatif sehingga mampu meredam recoil senjata.
  • Jarak sorot 308 meter dan terang 960 ANSI Lumen sangat memadai untuk operasi militer.
  • Mampu nyelam 40 meter. Jauh melebihi klaim pabrik yang cuma 2 meter.
  • Terdapat LED multi color (RGB / RED GREEN BLUE). Plus bisa strobo merah biru.
  • Variable brightness, terang bisa diatur sesuai kebutuhan.. selain bisa menghemat baterai juga tidak silau untuk penerangan jarak dekat.
  • Dilengkapi lampu indikator low batt yang juga berfungsi sebagai locator.

CON:

  • Tidak bisa memakai baterai Li-ion 18650 flat top.
  • Kemampuan tail-standing kurang mantap karena diameter head yang besar dan tail-cap yang cuma mengandalkan dua kuping.

NITECORE SRT7 bisa di beli di www.alatpetualang.com

 

REVIEW NITECORE SRT3

REVIEW NITECORE SRT3

NITECORE SRT3 DEFENDER dirancang sebagai senter EDC (Everyday Carry) untuk penerangan dan beladiri. Ukurannya cukup mungil untuk dikantongi sehari-hari. Baterainya bisa pakai AA (alkaline maupun NiMH), RCR123 (Li-ion Rechargeable 3,7 Volt) dan CR123 (Lithium 3 Volt yang habis pakai buang).

SPESIFIKASI

  • Sumber Cahaya: CREE XM-L2 T6
  • Output Maksimum: 550 ANSI Lumen
  • Output Minimum: 0,1 ANSI Lumen
  • Baterai:
    • AA (alkaline/ NiMH) ==> Terang maksimum 180 Lumen (1 jam)
    • CR123 (Lithium) ==> Terang maksimum 330 Lumen (1 jam 15 menit)
    • RCR123 (Li-ion Rechargeable) ==> Terang maksimum 550 Lumen (45 menit)
  • Intensitas cahaya:
    • AA: 1500 cd
    • CR123: 2800 cd
    • RCR123: 4500 cd
  • Bodi: Aluminium grade pesawat
  • Dimensi:
    • Panjang: 10 cm (tanpa AA extender)
    • Diameter: 2,54 cm
    • Berat: 73 gram (tanpa baterai)
  • Rating kedap air 2 meter (IPX 8)
  • Tahan jatuh 1,5 meter

PETUNJUK PEMAKAIAN

  • Tekan tombol di pantat senter untuk ON/ OFF
  • Putar smart ring untuk ubah mode. Terangnya NITECORE SRT3 bisa diatur sesuai kebutuhan (min 0,1 Lumen – max 550 Lumen)

1-1_SRT3_En3

UNBOXING

SRT3 box

NITECORE SRT3 hadir dalam dus mungil. Pabrikan senter China memang lebih senang menggunakan dus dibandingkan blister plastik. Mungkin ada beberapa alasan dibaliknya. Pertama, kertas lebih mudah didaur ulang dibandingkan plastik. Kedua, distributor bisa melakukan final QC sebelum senter dikirim ke konsumen.

SRT3 Unboxing

Dalam paket terdapat: senter, holster (sarung senter), lanyard, o-ring cadangan, buku petunjuk pemakaian dan kartu garansi.

IMPRESSION

SRT3 AA and CR123

NITECORE SRT3 bisa menggunakan berbagai jenis baterai. Kiri: SRT3 jika menggunakan baterai RCR123 atau CR123. Kanan: SRT3 dengan baterai ukuran AA. Untuk beladiri saya lebih menganjurkan setup sebelah kanan. Senternya lebih panjang dan mantap dipegang. Cahaya 180 ANSI Lumen sudah cukup untuk membuat lawan berkunang-kunang.

SRT3 with batteries

NITECORE SRT3 (tanpa ekstensi AA) dengan baterai CR123, Li-ion 14500, dan Lithium AA. Perhatikan bahwa Li-ion 14500 Nitecore protected lebih panjang dibanding Lithium AA. Saya pribadi menggunakan NITECORE SRT3 dengan baterai 14500 sebagai baterai utama. Lithium CR123 dan Lithium AA sebagai cadangan. Namun saya tidak menyarankan pemakaian baterai 14500 walaupun tegangannya sama saja dengan RCR123. Baca lebih lanjut untuk alasannya.

NITEYE JC10 vs SRT3

Perbandingan NITECORE SRT3 dengan NITEYE JC10 yang sama-sama bisa menggunakan baterai Lithium CR123.

SRT3 body

Knurling pada NITECORE SRT3 cukup mantap untuk dipegang. Pocket clip membuatnya lebih mantap lagi. Tidak gampang tergelincir bahkan jika dipakai untuk beladiri sekalipun. Perhatikan bagian kepalanya yang bergerigi, fungsinya untuk memecahkan kaca jendela mobil jika keadaan darurat atau untuk melumpuhkan lawan jika beladiri.

SRT3 tail

Pocket clip sudah terpasang dari pabrik. Ulir dianodize sehingga senter bisa dilock-out untuk mencegah senter nyala tanpa sengaja. Fitur lock-out sebenarnya kurang perlu karena alasan di bawah ini.

SRT3 switch

Saklar pada SRT3 agak tenggelam sehingga kemungkinan senter nyala tanpa disengaja sangat kecil. Desain seperti ini memungkinkan NITECORE SRT3 untuk tail-standing.

SRT3 on hand

Setiap senter NITECORE dilengkapi dengan serial number. Perhatikan deretan angka pada bagian kepala senter. Serial number ini selain berfungsi untuk mencegah pemalsuan, juga untuk mengontrol pemasaran. Dari serial number bisa dilacak distributor yang memasarkan senter (supaya tidak cross selling), tipe senternya, dll.

NITECORE SRT3 cukup nyaman dipegang (terutama dengan ekstensi AA terpasang). Tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek. Pocket Clip juga kuat cengkramannya. Sampai saat ini belum pernah sekalipun senter copot/ jatuh akibat pocket clip yang kendor.

SRT3 extension

Ini ekstensi AA. Karena baterai AA lebih langsing dibanding RCR123 dan CR123 maka diameter bagian dalam ekstensi lebih kecil supaya baterai AA tidak goyang dalam senter (rattle).

Reverse Polarity Protection SRT3

Karena saya memakai Li-ion 14500 protected yang ukurannya lebih panjang daripada baterai AA umumnya. Mekanisme Reverse Polarity Protection yang terbuat dari plastik menjadi retak. Setelah kejadian ini, saya baru sadar kenapa Nitecore cuma mencantumkan RCR123, CR123 dan AA di deretan baterai untuk SRT3.

Saya pakai Li-ion 14500 karena ngejar terang yang 550 ANSI Lumen… Voltase Li-ion 14500 sama dengan RCR123. Kapasitas juga lebih besar 14500 (750 mAh) vs RCR123 (650 mAh). Ternyata kreativitas saya harus dibayar dengan komponen plastik yang retak. 😀

Tidak pengaruh ke fungsi senter sih.. cuma sebal saja karena penampilan senter jadi ada yang kurang.

SRT3 lowest mode

NITECORE SRT3 lowest output.. Kelihatan artistik ya di photo? 😀

SRT3 red led

NITECORE SRT3 dilengkapi dengan LED yang bisa berubah warna merah dan biru. Cahaya merah bermanfaat untuk tactical operation militer/ LEO (law enforcement officer). Bisa juga dipakai untuk night photography, membantu kamera untuk autofokus dengan baik.

SRT3 blue led

Ini saat LEDnya berubah jadi biru. Cahaya biru bisa dipakai untuk menarik perhatian ikan (buat yang hobi mancing) atau melacak darah yang berceceran (bagi yang hobi berburu). LED ini bisa berubah warna dengan cepat (strobo merah biru layaknya punya mobil polisi).. sangat bermanfaat untuk menarik perhatian dikala darurat.

BEAMSHOT

Control Shot

Control shot.. Photo lebih gelap daripada keadaan sebenarnya. Settingan kamera diatur supaya cahaya dari lampu penerangan di sisi kanan jalan tidak mengganggu.

SRT3 max 550 Lumen

NITECORE SRT3 running 550 ANSI Lumen. Terangnya cukup mantap khan untuk sebuah senter ukuran EDC?

SRT3 beam profile

Ini pola cahaya NITECORE SRT3.. Terlihat kalau mayoritas cahaya ada di tengah dengan sedikit spill di kiri kanan. Jadi wajar aja kalau cahaya NITECORE SRT3 cukup throw.

KESIMPULAN

PRO:

  • Ukuran pas buat senter EDC
  • Dilengkapi dengan bezel bergerigi untuk beladiri
  • Ada LED merah untuk night photography dan operasi taktis
  • Ada LED biru untuk mancing dan berburu
  • Bisa memakai berbagai jenis dan ukuran baterai (AA Alkaline, AA Lithium, AA NiMH, CR123, RCR123)
  • Bisa tail-standing
  • Bisa lock-out
  • Variable Brightness
  • Reverse polarity protection

CON:

  • Tidak cocok dengan Li-ion 14500 protected. Ukuran terlalu panjang menyebabkan mekanisme Reverse polarity protection retak.

Nitecore SRT3 bisa dibeli dimari.