Review Armytek Wizard Pro XHP50 Magnet USB

REVIEW ARMYTEK WIZARD PRO XHP50 Magnet USB

Kali ini saya hendak mengulas produk baru Armytek yang dilengkapi dengan charger bawaan, Wizard Pro XHP50 Magnet USB. Model ini datang dengan 2 versi, yakni: cool white (cahaya putih) dan warm (cahaya kuning).

Senter dengan cahaya putih cocok untuk perkotaan karena kesannya lebih terang. Cahaya kuning cocok untuk tembus kabut maupun photography (warna objek lebih natural).

SPESIFIKASI

  1. Sumber cahaya: CREE XHP50
  2. Baterai: 1 buah 18650
  3. Max output: 2300 Lumen (cool white) dan 2150 Lumen (warm)
  4. Jarak sorot maksimum: 130 meter (cool white) dan 108 meter (warm)
  5. Intensitas cahaya: 4200 cd (cool white) dan 2900 cd (warm)
  6. Pola cahaya nyebar dengan hotspot 70º dan spill 120º
  7. Bodi terbuat dari bahan aluminium untuk pesawat terbang
  8. Dimensi
    • Panjang: 10,1 cm
    • Diameter bodi: 2,54 cm
    • Diameter head: 2,9 cm
  9. Berat: 48 gram (tanpa baterai)
  10. Runtime (cool white) dengan baterai 3400 mAh:
    • 2300 Lumen (1 jam)
      900 Lumen (1 jam 40 menit)
      390 Lumen (4 jam)
      165 Lumen (10 jam 30 menit)
      30 Lumen (50 jam)
      5,5 Lumen (12 hari)
      1,5 Lumen (40 hari)
      0,15 Lumen (200 hari)
  11. Impact resistant: 10 meter
  12. Submersible: 10 meter
  13. Garansi 10 tahun

UNBOXING

Kali ini kotak Armytek beda dengan produk sebelumnya yang selalu polos dengan tempelan sticker saja. Memang bagus sih, tapi terasa agak janggal aja karena Armytek meninggalkan ciri khas perusahaan Barat yang doyan kemasan enviromental friendly.

Isi paket: Senter, bracket plastik (dulunya karet) untuk tempat pasang headband, headband, handband, pocket clip, spare o-ring, kabel USB charging, user manual. Plus kartu garansi jika belinya dari http://alatpetualang.com

WIZARD PRO XHP50 Magnet USB

Bracket plastik yang lebih mudah bongkar pasang dibandingkan yang masih pakai karet dulu. Dengan model lampu di samping maka cahaya Wizard Pro bisa tetap nyorot ke depan jika dipasang di headband, jepit di tali ransel dengan pocket clip, maupun sekedar ditaruh berdiri di atas meja.

Untuk membedakan Wizard Pro yang cool white (cahaya putih) dan warm white (cahaya kuning) cukup perhatikan marking di bagian atas head.

PERBANDINGAN WIZARD PRO v3 (versi lama) dengan WIZARD PRO Magnet USB

Ulir Wizard Pro v3 model lama di-anodized.

Ulir Wizard Pro Magnet USB tidak di-anodized supaya listrik bisa mengalir saat charging.

Pantat tailcap Wizard Pro Magnet USB ada konektor yang berfungsi untuk mengalirkan listrik saat charging. Sedangkan model lama polos dan magnetnya bisa dilepas. Untuk review model lama bisa baca disini

Satu hal yang unik di Wizard ini adalah:

  • Jika mau charging tailcap harus dikendorin sedikit. Jika lupa kendorin, listrik tidak akan masuk ke baterai.
  • Jika mau pakai tailcap diketatin (putar mentok kanan tapi tidak perlu ketat-ketat amat).

Saat kabel USB tidak ada beban (charging sudah selesai/ baterai full) nyala warna hijau.

Ketika proses charging sedang berjalan, nyala warna merah.

Baterai bawaan Armytek Wizard Pro tipe flat top dan unprotected supaya bisa supplai arus gede. Walaupun begitu ada pengamanan untuk cut-off jika suhu baterai terlalu tinggi (dalam kasus korslet misalnya).

CONTOH PEMAKAIAN

USER INTERFACE

Cara mengoperasikan Wizard Pro cukup sederhana:

  1. Dalam keadaan OFF, klik dan tahan untuk dari output paling rendah ke output paling tinggi. Jika sudah mencapai output yang diinginkan cukup lepaskan tombol maka terangnya Wizard akan stabil disana.
  2. Senter dalam keadaan ON di salah satu output (firefly, low, mid, maupun high) klik 3x dengan cepat maka segera aktifkan TURBO mode.
  3. Senter dalam keadaan ON di salah satu output klik 4x dengan cepat untuk mengaktifkan STROBE mode.
  4. Senter sudah di TURBO mode. Tekan dan tahan untuk pindah dari TURBO1 ke TURBO2 dan sebaliknya.

BEAMSHOT

KESIMPULAN

KELEBIHAN:

  • Bobot ringan untuk produk sejenis
  • Terang mantap
  • Cahaya nyebar bikin mata tidak cepat lelah
  • Tangguh untuk kategori headlamp (tahan jatuh dari ketinggian 10 meter dan bisa nyelam hingga 10 meter)
  • Dilengkapi tombol yang sebagai locator dan juga indicator (musti diaktifkan karena dari pabrik di OFF)
  • Multifungsi (headlamp, jepit di kantong/ tali pinggang/ tali ransel, nempel di mesin/ bodi mobil, tail standing/berdiri di atas permukaan datar)
  • Dengan kemampuan charging via USB membuat Armytek Wizard Pro teman yang handal saat traveling
  • Garansi super lama.. 10 tahun

KEKURANGAN:

  • Karena terangnya yang mencapai 2000+ Lumen, Wizard Pro butuh baterai yang mampu supplai > 10 Ampere. Jika baterainya ngak kuat narik (terutama tipe protected), senter akan kedip sekali dan langsung mati.
  • Terang TURBO mode (2000+ Lumen) membuat senter cepat panas. Jika dibiarkan nyala lama, senternya sampai tidak nyaman untuk dipegang. Untuk daerah tropis yang panas seperti Indonesia suhu kritis 60º Celcius akan cepat tercapai dan terangnya Wizard akan menurun secara bertahap.
  • Ini masih dugaan yang belum terbukti.. nanti baru ketahuan sejalan waktu saat para customer sudah banyak makai Wizard Pro USB Magnet dan diajak nyebur air. Konektor yang terekspos dari tailcap masih harus diuji nyebur air laut dan dilihat daya tahannya terhadap karat.

Wizard Pro Magnet USB versi cool white bisa diperoleh di Tokopedia melalui link ini dan versi warm white melalui link ini

 

 

 

 

 

 

Preppers

Preppers

Mungkin teman teman masih asing dengan istilah ini. Selama ini mayoritas orang hanya menabung (uang) untuk berjaga jaga terhadap ketidakpastian masa depan. Preppers setingkat di atas itu. Mereka menyadari ada saatnya uang tidak berdaya, mis: saat seseorang tiba tiba terkena serangan jantung, ada uang pun belum tentu bisa segera beli obat. Sedangkan setiap detik begitu berharga untuk menyelamatkan jiwa.

Jepang merupakan salah satu negara yang mendidik rakyatnya untuk jadi preppers sejak usia dini. Saya dengar dari sahabat yang pernah bertugas sebagai atase di Kedubes RI, setiap kolong meja anak anak sekolah ada tas berisi perlengkapan survival. Andaikan tiba tiba terjadi gempa, bangunan rubuh dan terperangkap di dalam. Paling tidak kebutuhan primer untuk bertahan hidup beberapa hari tersedia. Selimut, makanan, minuman sampai kantong untuk nampung pipis.

Itu sebabnya saat terjadi tsunami dahsyat di Jepang tempo hari, tidak terdengar adanya berita penjarahan. Selain BUDAYA MALU untuk menjarah, juga karena sudah siap sedia sejak dini. Ada kenalan saya yang kebetulan tinggal tidak begitu jauh dari reaktor nuklir, mereka juga disediakan baju anti radiasi untuk antisipasi.

Saya termasuk prepper tapi masih skala kecil kecilan. Di rumah selalu tersedia stock makanan dan air untuk kebutuhan minimal 1 minggu. Seandainya suhu politik memanas, saya berusaha meluangkan waktu untuk belanja stock tambahan. Paling utama adalah makanan cepat/ siap saji dan tahan lama, mis: biskuit, kacang, cereal, mie instan. Tentu saja tidak lupa air minum dalam kemasan dan obat-obatan yang dipandang perlu.

Jika keluar rumah (lebih tepatnya keluar kompleks) saya suka bawa sling bag yang diledek teman-teman sebagai TAS DORAEMON. Hahaha.. Karena kalau dikeluarkan isinya banyak dan lumayan komplit: multitools Leatherman Wave yang bermanfaat buat survival, obat-obatan (minyak angin, promag, handyplast, rohto, betadine, plester, obat jantung, dll), obeng mini, magnesium rod (bahan pembuat api darurat), minimal 2 senter dan beberapa baterai cadangan.

Obat jantung? Yup, betul sekali. Saya ngak punya riwayat penyakit jantung. Tapi ngak ada salahnya bawa obat buat jaga-jaga. Siapa tahu bisa menolong orang lain yang membutuhkan. Orang jaman dulu ada peribahasa, menolong satu nyawa lebih besar pahalanya dibanding bangun pagoda bertingkat 7. Menjadi prepper selain menolong diri sendiri juga bisa bermanfaat bagi orang lain. Paling minimal pada saat terjadi bencana tidak perlu menjarah untuk bertahan hidup.

Semoga bermanfaat 🙂

Pemilihan Jenis Baterai untuk Senter

Pemilihan format baterai sangat berhubungan dengan tujuan kita saat membeli senter. Jika senternya untuk survival maka format AA adalah pilihan terbaik. Kenapa? Katakanlah terjadi skenario terburuk, istilah orang bule Shit Hit The Fan (SHTF). Bayangkan aja jika kita lempar pup sapi ke kipas yang sedang berputar, pasti pup sapinya terlempar kemana-mana dan baunya minta ampun. Jadi SHTF adalah istilah untuk bencana yang meluas dan bisa saja diikuti lumpuhnya ekonomi. Pabrik pabrik berhenti produksi untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Saluran distribusi terputus. Maka baterai AA yang paling gampang ditemui baik dengan barter maupun dengan memulung.

Jika senternya untuk outdoor adventure maka pilihan bebas. Bisa AA maupun li-ion. Disarankan ada senter format AA jika berpetualang off-grid (keluar dari jaringan PLN) untuk waktu yang cukup lama. Alasan sama dengan di atas (AA gampang dibeli di warung desa sekalipun). Pilihan terbaik adalah kombinasi li-ion 18650/ 26650 dan AA. Senter utama yang li-ion dengan backup senter AA. Selalu mulai dengan habisin baterai li-ion sebelum makai yang AA. Alasannya karena li-ion dipakai maupun tidak terjadi self discharge (listriknya berkurang). Disusul NiMH AA, alkaline dan terakhir baru CR123A. Catatan: NiMH yang low self discharge ya seperti eneloop generasi terakhir yang tahan disimpan 5 tahun dan tetap siap pakai.

Untuk mati lampu dalam jangka waktu yang lama, ikutin urutan di atas. Li-ion, NiMH, AA alkaline, CR123A. Kenapa CR123A urutan terakhir? Karena baterai ini tidak rawan bocor, tahan suhu rendah hingga -20 derajat Celcius, shelf life hingga 10 tahun dan MAHAL. Hahaha

Jika untuk SAR, saya akan pilih li-ion karena runtime yang relatif lebih lama dibandingkan AA. Selain alasan runtime juga pertimbangan bobot. 1 buah li-ion 18650 kira kira setara 4 buah AA. Ambil contoh sederhana saja. Nitecore EA45S butuh 4 AA untuk menghasilkan output 1000 Lumen. Model Nitecore yang lain cuma butuh 1 buah 18650 untuk menghasilkan 1000 Lumen juga. Bawa 4 buah 18650 cadangan +/- setara bawa 16 buah AA. Lebih ringan mana? Jelas li-ion.

Saya sharing sedikit apa yang saya dengar dari teman-teman SAR. Sebelum terjun ke lapangan dah ditentukan kira-kira berapa lama operasi SAR bakal dilaksanakan. Persediaan yang dibawa disesuaikan lamanya operasi. Sukses maupun tidak, tetap harus pull out jika waktu dah habis. Keselamatan petugas SAR sama pentingnya dengan korban. Jika ngotot bisa jadi petugas SARnya malah ikutan jadi korban dan menjadi beban bagi rekan lainnya. Karena time frame dah jelas, maka li-ion lebih praktis dan ringan dibandingkan AA.

Semoga bermanfaat

REVIEW ARMYTEK TIARA A1 PRO v2 XPL

REVIEW ARMYTEK TIARA A1 PRO v2 XPL

Tiara A1 merupakan senter EDC (everyday carry) multifungsi dari Armytek. Produsen senter LED premium asal Canada. Disebut multifungsi karena Tiara bisa dijadikan headlamp (dapat headband), bisa dijepit di ransel ataupun rompi (dapat pocket clip), nempel di bodi mobil/ kap mesin (ada magnet di tail cap), berdiri di atas meja (tail standing), diikat di pergelangan tangan (dapat lanyard).

A1 menandakan bahwa senter ini hanya butuh 1 baterai AA (bisa alkaline, NiMH rechargeable, Lithium (habis buang), li-ion 14500 rechargeable. Baterai AA terutama jenis alkaline sangat gampang dijumpai di pasaran, sehingga Tiara A1 sangat cocok untuk Anda yang senang berpetualang di daerah off-grid (tidak terjangkau oleh listrik PLN sehingga tidak mungkin ngecharge baterai kecuali punya powerbank solar panel yang harganya cukup mahal).

SPESIFIKASI

  1. Sumber cahaya: LED CREE XPL
  2. Sumber tenaga: 1 buah AA (alkaline, NiMH, Lithium, li-ion 14500)
  3. Output max: 450 Lumen
  4. Optik : TIR (tanpa reflektor)
  5. Pola cahaya: 70º hotspot 120º spill (cahaya nyebar)
  6. Jarak sorot max: 65 meter
  7. Panjang: 9,3 cm
  8. Diameter: 2,54 cm
  9. Berat: 59 gram (tanpa baterai)
  10. Impact resistant: 10 meter
  11. Submersible: 10 meter
  12. Output dan runtime:
    • 450 Lumen (50 menit)
    • 250 Lumen (1 jam 10 menit)
    • 90 Lumen (4 jam 10 menit)
    • 9 Lumen (35 jam)
    • 1,9 Lumen (8 hari)
  13. Garansi resmi 10 tahun

UNBOXING

img_6462

Armytek Tiara A1 Pro v2 XPL ada 2 versi:

  1. cool white (cahaya putih) yang lebih cocok untuk daerah perkotaan karena kesannya lebih terang
  2. warm (cahaya kuning) yang lebih cocok untuk daerah berkabut/ berburu. Berdasarkan info dari teman-teman yang hobi berburu, cahaya putih yang terang membuat binatang buruan kaget dan kabur.

img_6470

Dalam paket Tiara A1 Pro terdapat senter dengan karet untuk tempat mengikat headband dalam keadaan terpasang, headband, pocket clip, lanyard, spare o-ring, user manual, dan Kartu Garansi dari alatpetualang.com

TIARA A1 PRO v2 XPL

img_6465

Dibanding Armytek Tiara A1 Pro v1 maka versi terbaru ini lebih kokoh dimana tutup magnet di tailcap sudah terbuat dari logam. Pada v1 masih pakai plastik dimana ada beberapa laporan tentang tutup yang pecah karena jatuh.

img_6463

Untuk membedakan kedua versi, di bagian atas kepala Tiara A1 Pro tertera White Light (cahaya putih) dan Warm Light (cahaya kuning). Selain itu ada peringatan Hot Surface karena saat nyala TURBO mode dengan baterai li-ion 14500 3,7 Volt (dalam jangka waktu lama), bagian kepala ini bisa panas sekali sampai tidak nyaman untuk dipegang.

img_6466Kebetulan kali ini dapat tombol yang berbeda warna.. Tombol putih untuk cahaya putih dan tombol kuning untuk cahaya kuning. Saya kira faktor kebetulan aja karena pada versi sebelumnya, mau cahaya putih maupun kuning tombolnya sama warna.

img_6468

Tail cap Tiara A1 Pro bisa dibuka untuk dikeluarkan magnetnya jika takut bisa merusak HP atau gadget yang ditaruh berdekatan dengan senter. Sejauh ini saya cukup sering mengantongi Wizard Pro v3 XHP50 bersamaan dengan HP dan baik baik saja. Jangan ditiru ya kebiasaan jelek saya. Ambil amannya aja.

img_6471

Seperti biasa, Armytek cukup royal dengan Nyogel yang berlimpah di ulir tail cap. Fungsinya selain melumasi juga membuat senter lebih kedap air. Ada 2 karet o-ring disini sehingga saya ngak heran Armytek berani klaim Tiara A1 Pro aman untuk nyebur hingga max 10 meter.

img_6472

Penampakan per di tail cap.. Fungsinya supaya baterai mantap dudukannya dalam tabung serta koneksi arus listrik antara kutub + dan – berjalan lancar.

CONTOH PENGGUNAAN & BEAMSHOT

tiara-a1-pro-on-tactical-vest

Armytek Tiara A1 Pro dengan pocket clip terpasang dan dicantol di rompi tactical. Bisa pula nyantolnya di ransel maupun tali pinggang.

img_6469

Armytek Tiara A1 Pro berdiri di atas meja. Dalam posisi begini, Tiara A1 Pro bisa menggantikan fungsi lilin. Jika mau nyala lama saat mati lampu, sebaiknya dicemplungkan dalam gelas isi air. Tentunya pastikan dulu senternya terkunci rapat sebelum dicebur.

Armytek Tiara A1 Pro - Tyre Changing

Tiara A1 Pro nempel di bodi mobil.. Sangat berguna ketika kita harus ganti ban dengan kedua tangan. Selamat tinggal dengan kebiasaan menjepit senter di mulut karena kepepet. Selain tidak higenis, juga tentunya tidak nyaman ketika senternya mulai panas.

Armytek Tiara A1 Pro - Car Hood

Armytek Tiara A1 Pro nempel di kap mesin. Sangat cocok buat teman teman yang senang oprek mesin mobil ataupun memang teknisi mesin. Cahaya terang plus kedua tangan yang bebas membuat kerjaan lebih cepat selesai. Oiya, cahaya Tiara A1 Pro nyebar dan bisa diatur terangnya sesuai dengan kebutuhan sehingga mata tidak cepat lelah karena silau.

USER INTERFACE

Cara mengoperasikan Armytek Tiara A1 Pro cukup gampang:

  1. Dalam keadaan OFF tekan dan tahan tombol maka senter akan nyala dari mode paling redup sampai paling terang. Sebaiknya selalu biasakan dengan cara ini. Begitu terangnya dah cukup segera lepas tombol maka Tiara A1 Pro akan stabil di output tersebut. Perlu diketahui bahwa mata kita menyesuaikan dengan terangnya cahaya di lingkungan. Mis: untuk perkotaan yang banyak polusi cahaya, mungkin senter yang 200an Lumen baru terasa terang. Tapi di perdesaan/ gunung yang gelap, senter yang nyala 70 Lumen dah terasa seperti lampu motor. Klik 1 kali untuk matikan dan Tiara A1 Pro akan ingat mode yang terakhir (last memorized mode).
  2. Dalam keadaan OFF, klik 1 kali untuk nyala pada mode yang terakhir diingat (last memorized mode).
  3. Dalam keadaan ON, klik cepat 3 kali untuk aktifkan TURBO mode.
  4. Dalam keadaan ON, klik cepat 4 kali untuk aktifkan STROBE mode (kedap kedip)

KESIMPULAN

  1. Tangguh (tahan jatuh dari ketinggian max 10 meter, bisa nyelam hingga max 10 meter).
  2. Garansi lama: 10 tahun.
  3. Baterai gampang diperoleh.. AA alkaline banyak tersedia dimana mana jika darurat ngak bisa ngecharge.
  4. Bisa pakai NiMH rechargeable sehingga biaya operasional bisa ditekan.
  5. Bisa pakai baterai Lithium dan li-ion 14500 yang lebih tahan dingin (hingga -20º Celcius).
  6. Runtime kesannya relatif singkat untuk TURBO mode 450 Lumen (30 menit). Hal ini bisa diakali dengan nyala 70 Lumen (3 jam) untuk camping dan 210 Lumen (1 jam 12 menit) untuk hiking. Dengan bawa 1 pak baterai isi 4 AA NiMH dah bisa untuk nyala 12 jam dengan output 70 Lumen.

Semoga review singkat ini bermanfaat 🙂

Review Armytek Dobermann XHP35 HI

REVIEW ARMYTEK DOBERMANN XHP35 HI

Dobermann merupakan edisi tactical EDC (everyday carry) dari Armytek. Saat ini dilengkapi dengan CREE XHP35 yang mampu menghasilkan terang hingga 1700 Lumen dengan 1 baterai li-ion 18650. Tactical EDC maksudnya senter yang dibawa sehari hari untuk penerangan, namun jika ketemu situasi yang berbahaya bisa dipergunakan sebagai alat bela diri. Cahaya yang terang bisa untuk menyilaukan lawan sehingga ada kesempatan untuk kabur. Bezel (kepala senter) yang kuat juga bisa untuk menghancurkan kaca kereta api/ bus/ mobil jika terjebak dalam kecelakaan.

SPESIFIKASI

  1. Sumber cahaya: CREE XHP35 HI
  2. Baterai: 1 buah 18650
  3. Max output: 1700 Lumen (cool white)
  4. Jarak sorot maksimum: 395 meter (cool white)
  5. Intensitas cahaya: 39000 cd (cool white)
  6. Pola cahaya cenderung fokus dengan hotspot 5º dan spill 40º
  7. Bodi terbuat dari bahan aluminium untuk pesawat terbang
  8. Dimensi
    • Panjang: 14 cm
    • Diameter bodi: 2,54 cm
    • Diameter head: 3,4 cm
  9. Berat: 115 gram (tanpa baterai)
  10. Runtime (cool white) dengan baterai 3400 mAh:
    • 1700 Lumen (1 jam)
    • 800 Lumen (1 jam 40 menit)
    • 350 Lumen (4 jam)
    • 150 Lumen (10 jam 30 menit)
    • 30 Lumen (50 jam)
    • 1,7 Lumen (40 hari)
  11. Impact resistant: 30 meter
  12. Submersible: 50 meter
  13. Garansi 10 tahun

UNBOXING

Dobermann XHP35 HI datang dalam kotak yang sederhana sebagai bagian upaya Armytek untuk ikut melestarikan lingkungan hidup. Di dalamnya terdapat senter, holster (sarung senter) yang bisa diikat di pinggang, lanyard (tali untuk dicantolin ke lengan yang biasanya dipakai di sungai/ laut supaya senter jika terlepas ngak langsung tenggelam), pocket clip, spare o-ring, user manual dan kartu garansi dari http://alatpetualang.com

img_6087

DOBERMANN XHP35 HI

img_6404

Bezel Dobermann yang tidak kelihatan aggresif namun cukup kuat untuk hancurin kaca kereta api/ bus/ mobil jika dalam keadaan darurat. Robust (tangguh) dan superbright (super terang) dicetak di bawah nama Dobermann. Sebelah kanan adalah jenis baterai yang bisa dipakai: 1 buah li-ion 18650 (disarankan) atau 2 buah CR123A yang habis buang jika kepepet di dearah yang tidak ada listrik untuk ngecharge baterai.

img_6396

Karena seri ini menggunakan CREE XHP35 HI maka di balik nama Dobermann dicetak tulisan High Intensity LED untuk membedakannya dengan model yang memakai LED biasa. Apa itu High Intensity LED? Ini adalah LED dedome (dibuang kubahnya supaya cahaya lebih fokus). Bedanya jika dulu dedome dikerjakan oleh ahli modif senter sehingga umur LED bisa berkurang drastis. XHP35 HI merupakan LED dedome produksi CREE langsung sehingga cahaya bisa fokus tanpa mengorbankan umur teknis LED yang 50ribu jam itu.

img_6397

Karena Dobermann sanggup menghasilkan terang max 1700 Lumen maka jangan heran jika bagian kepala senter bisa cukup panas hingga tidak nyaman dipegang. Hal ini wajar dan justru tanda yang baik bahwa penyaluran panas dari LED dan driver ke bodi berlangsung lancar. Jika ada senter yang nyala terang namun head tidak terasa panas, itu indikasi bahwa panasnya terperangkap di dalam bodi. LED dan driver kemungkinan akan tewas prematur.

img_6400

img_6399

Baik bagian head maupun tailcap dilengkapi dengan per. Fungsinya untuk meredam benturan baterai dengan senter jika jatuh. Baterai yang berada dalam tabung senter bisa penyok bagian kutub positifnya jika senter jatuh menghantam lantai karena umumnya bagian kepala senter tanpa per.

img_6401

Ini ulir bagian bodi yang mengunci dengan head senter.. Ulirnya terlihat basah oleh Nyogel, cairan pelumas yang selain membuat ulir tidak seret juga membuat senter lebih kedap air. Terlihat 2 buah o-ring di ujung ulir yang berfungsi menahan rembesan air.

img_6402

Terdapat tactical ring pada bodi yang menghadap tail cap. Fungsi tactical ring supaya gengaman tangan lebih stabil (tidak selip) saat Dobermann dipakai untuk bela diri/ pecahin kaca dalam keadaan darurat. Ulir juga terlihat basah dengan Nyogel plus ada 2 buah karet o-ring untuk membuat senter ini kedap air. Ulir ini diberi lapisan cat (anodized) supaya jika tail cap dikendorin dikit aja makan senter tidak akan nyala tanpa sengaja. Fungsi lock-out ini juga untuk menghindari parasitic drain (penyedotan arus listrik oleh senter walaupun dalam keadaan OFF).

img_6403

Tombol pada Dobermann terletak di tail cap (pantat senter). Jika tombol ditekan separuh makan senter nyala sementara (temporary on). Full click jika mau senternya nyala permanen.

USER INTERFACE

  1. Cara pengoperasian Dobermann cukup mudah.. Klik tombol di tail cap untuk ON/ OFF
  2. Jika head Dobermann kencang maka cuma ada 1 mode, yakni TURBO mode yang 1700 Lumen
  3. Untuk mengakses mode lain cukup kendorin head 1/8 puataran (dikit aja supaya senter tetap kedap air) kemudian mainin ON/ OFF untuk pindah pindah mode.
  4. Mode strobe (kedap kedip) disembunyikan karena pada umumnya ngak dibutuhkan. Jika mau bisa strobe kudu aktifkan tactical mode dengan cara kendorin dan kencangi head dengan cepat minimal 10 kali. Jeda harus di bawah 1 detik. TIDAK DISARANKAN untuk mengaktifkan tactical mode kecuali benar benar butuh Strobe.

BEAMSHOT

Berikut adalah beamshot Dobermann XHP35 HI pada turbo mode 1700 Lumen

img_6114

img_6111

Cahaya terang Dobermann cenderung fokus namun tetap ada spill yang memadai sehingga jika ada bahaya dari kiri dan kanan depan tetap terdeteksi. Produsen senter premium rata rata menghindari senter yang bisa zoom in-zoom out karena pola cahaya jadi jelek plus senter jadi kurang kedap air.

KESIMPULAN

KELEBIHAN

  1. Senter tactical dengan ukuran head yang tidak terlalu besar (3,4 cm) dan panjang 14 cm sehingga masih cukup nyaman untuk dibawa sehari hari.
  2. Bezel yang kuat namun tidak kelihatan aggresif (cukup aman untuk dibawa traveling)
  3. Impact resistant 30 meter (umumnya senter branded hanya berani jamin senternya aman jika jatuh dari ketinggian 1,5 meter)
  4. Submersible 50 meter (umumnya senter non-diving/ bukan khusus selam mencantumkan spek maksimum 2 meter saja)
  5. Garansi resmi 10 tahun jika beli di alatpetualang.com

KEKURANGAN

  1. Karena senter ini menghasilkan 1700 Lumen dengan 1 baterai 18650 saja maka dibutuhkan baterai yang mampu supplai arus gede. Disarankan pakai baterai ini.
  2. Mode strobe (kedap kedip) yang tersembunyi mungkin mengecewakan sebagian pemakai terutama pemain airsoftgun yang butuh akses strobe dengan cepat.

REVIEW ARMYTEK WIZARD PRO v3 XHP50

REVIEW ARMYTEK WIZARD PRO v3 XHP50

Setelah lama absen menulis review, kali ini saya sajikan Armytek Wizard Pro v3 XHP50 yang terdiri dari 2 versi: Cool White (cahaya putih) dan Warm (cahaya kuning). Versi mana yang lebih baik? Jawabannya bergantung kebutuhan Anda. Jika lebih banyak di perkotaan jelas versi Cool White pilihan yang terbaik, terutama jika dipakai untuk penerangan kerja. Namun jika Anda penggemar olahraga outdoor yang sering ke daerah berkabut, pilihlah versi Warm (cahaya kuning yang lebih mampu tembus kabut). Atau jika Anda penggemar photography seperti saya pasti senangnya versi Warm. Cahaya yang lebih mirip sinar matahari membuat warna objek lebih natural.

SPESIFIKASI

  1. Sumber cahaya: CREE XHP50
  2. Baterai: 1 buah 18650
  3. Max output: 2300 Lumen (cool white) dan 2150 Lumen (warm)
  4. Jarak sorot maksimum: 130 meter (cool white) dan 108 meter (warm)
  5. Intensitas cahaya: 4200 cd (cool white) dan 2900 cd (warm)
  6. Pola cahaya nyebar dengan hotspot 70º dan spill 120º
  7. Bodi terbuat dari bahan aluminium untuk pesawat terbang
  8. Dimensi
    • Panjang: 10,8 cm
    • Diameter bodi: 2,54 cm
    • Diameter head: 2,9 cm
  9. Berat: 59 gram (tanpa baterai)
  10. Runtime (cool white) dengan baterai 3400 mAh:
    • 2300 Lumen (1 jam)
      1250 Lumen (1 jam 40 menit)
      500 Lumen (4 jam 10 menit)
      210 Lumen (10 jam 40 menit)
      40 Lumen (50 jam)
      7 Lumen (12 hari)
      2 Lumen (40 hari)
      0,25 Lumen (200 hari)
  11. Impact resistant: 10 meter
  12. Submersible: 10 meter
  13. Garansi 10 tahun

UNBOXING

Armytek Wizard Pro datang dengan kotak yang sederhana. Ciri khas Armytek Canada yang berusaha ikut melestarikan lingkungan.  Di dalamnya terdapat: senter dengan karet untuk headlamp terpasang, headband, handband, lanyard, pocket clip, spare o-ring dan kartu garansi.

img_6183

WIZARD PRO v3 XHP50

img_5803

Ada tulisan di bagian head untuk membedakan kedua versi. White Light untuk cahaya putih dan Warm Light untuk cahaya kuning. CREE XHP 50 merupakan jenis LED yang digunakan. Ada tulisan Caution: hot surface karena saat nyala dengan mode yang paling terang bagian head bisa menjadi panas.

img_5805

Penampakan bagian depan Wizard Pro. Senter yang kiri masih dengan karet headlamp terpasang. Kanan sudah menggunakan pocket clip. Wizard Pro bisa berdiri di permukaan yang datar sehingga cocok untuk menggantikan lilin saat mati lampu.

img_5806

Penampakan bagian belakang. Karet di senter sebelah kiri untuk tempat memasang headband. Karena saya kurang suka headlamp. Maklum anak kota gitu lho bisa dikira alien berkeliaran. Hahaha.. Jadi saya lebih senang pasang pocket clip untuk bisa jepit Wizard di tali pinggang/ tali sling bag.

img_6174

Tombol pada Wizard Pro selain berfungsi untuk menyalakan atau mematikan senter, juga berfungsi sebagai locator dan indicator. Saat senter dalam keadaan OFF, tombol berkedip hijau setiap 3 detik sehingga jika tiba tiba mati lampu kita bisa dengan mudah menemukan senternya (locator). Saat senter nyala, tombol ini kedip hijau jika baterai masih lumayan penuh; kuning jika sudah di bawah 25%; dan merah saat sudah low batt di bawah 10%. Indikator status baterai ini nyala tiap 2 detik.

Jika Wizard Pro dinyalakan Turbo mode di ruangan yang sirkulasi udara kurang bagus. Suhu senter bisa meningkat dengan cepat. Jika suhu mencapai 60º Celcius. Indikator suhu kritis akan nyala. Kedip merah 3 kali dalam tiap 2 detik. Terang senter akan diturunkan bertahap untuk menjaga keawetan LED dan driver (elektronik senter).

img_6180

Armytek Wizard Pro bisa menggunakan baterai flat top (tanpa pentil di kutub +) maupun baterai unprotected (tanpa IC di pantat baterai). Ada sebagian senter yang tidak bisa memakai baterai flat top karena proteksi terhadap baterai terbalik masih berupa ganjalan di bagian kepala senter. Sebagian lagi akan menguras baterai sampai habis (soak) jika senter lupa dimatikan saat sudah low batt.

img_6181

img_6182

Dalam tailcap Wizard Pro tersimpan magnet yang kuat dan bisa disingkirkan jika Anda hendak menaruh senter dekat dengan peralatan elekronik (HP, tablet, notebook) dalam tas.

img_5808

Daya isap magnet cukup kuat untuk menahan bodi senter yang telah diisi baterai. Dengan fitur ini Anda bisa mengoprek mesin/ ganti ban mobil dengan kedua belah tangan (tidak perlu repot pegang senter).

Armytek Tiara A1 Pro - Car Hood

Seperti yang terlihat di photo ini.. Armytek Tiara A1 Pro v2 cool white beroperasi dengan nempel di kap mesin. Tiara merupakan adiknya Wizard. Ukuran lebih kecil dan cuma menggunakan 1 buah baterai AA (NiMH, alkaline, atau li-ion 14500).

img_6185

Bobot Armytek Wizard dengan pocket clip terpasang cuma 67,2 gram (tanpa baterai). Sangat ringan dibanding produk kompetitor. Bayangkan aja capeknya kepala kita jika digandulin headlamp yang berat selama hiking berjam jam. Pasti ngak nyaman.

USER INTERFACE

Cara mengoperasikan Wizard Pro cukup sederhana:

  1. Dalam keadaan OFF, klik dan tahan untuk dari output paling rendah ke output paling tinggi. Jika sudah mencapai output yang diinginkan cukup lepaskan tombol maka terangnya Wizard akan stabil disana.
  2. Senter dalam keadaan ON di salah satu output (firefly, low, mid, maupun high) klik 3x dengan cepat maka segera aktifkan TURBO mode.
  3. Senter dalam keadaan ON di salah satu output klik 4x dengan cepat untuk mengaktifkan STROBE mode.
  4. Senter sudah di TURBO mode. Tekan dan tahan untuk pindah dari TURBO1 ke TURBO2 dan sebaliknya.

BEAMSHOT

output_abqdkb

Perbandingan photo tanpa ada cahaya senter dan dengan Wizard Pro v3 XHP50 warm TURBO mode 2150 Lumen. Cahaya yang nyebar tidak membuat mata cepat capek jika dipakai bekerja. Terangnya sadis.. cukup untuk membuat lampu mobil tersipu malu. Hahaha

FUNGSI LAIN WIZARD PRO v3 XHP50

img_5889

Karena saya senang photography model, Wizard Pro v3 XHP50 warm seringkali menemani perjalanan saya. Mulai dari menerangi objek dari depan maupun dari belakang seperti ini. Cahaya Wizard Pro yang kuning dan nyebar membuat rambut model jadi berkilauan.

KESIMPULAN

KELEBIHAN:

  • Bobot ringan untuk produk sejenis
  • Terang mantap
  • Cahaya nyebar bikin mata tidak cepat lelah
  • Tangguh untuk kategori headlamp (tahan jatuh dari ketinggian 10 meter dan bisa nyelam hingga 10 meter)
  • Dilengkapi tombol yang sebagai locator dan juga indicator
  • Multifungsi (headlamp, jepit di kantong/ tali pinggang/ tali ransel, nempel di mesin/ bodi mobil, tail standing/berdiri di atas permukaan datar)
  • Garansi super lama.. 10 tahun

KEKURANGAN:

  • Karena terangnya yang mencapai 2000+ Lumen, Wizard Pro butuh baterai yang mampu supplai > 10 Ampere. Jika baterainya ngak kuat narik (terutama tipe protected), senter akan kedip sekali dan langsung mati.
  • Terang TURBO mode (2000+ Lumen) membuat senter cepat panas. Jika dibiarkan nyala lama, senternya sampai tidak nyaman untuk dipegang. Untuk daerah tropis yang panas seperti Indonesia suhu kritis 60º Celcius akan cepat tercapai dan terangnya Wizard akan menurun secara bertahap.

Wizard Pro bisa diperoleh melalui cicilan Kartu Kredit 0% hingga 12 bulan via Tokopedia. Klik versi Cool White atau versi Warm

Wizard Pro juga bisa diorder di alatpetualang.com

REVIEW NITECORE SRT7

REVIEW NITECORE SRT7

SRT7 merupakan salah satu senter flagship besutan NITECORE. Dilengkapi dengan teknologi smart ring sehingga terangnya bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Senter ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kalangan militer, LEO (law enforcement officer) dan outdoor enthusiast (pecinta aktivitas outdoor).

SRT7 with 40 m logo

Ada yang sudah test NITECORE SRT7 untuk scuba diving sedalam 40 meter. Suatu prestasi tersendiri untuk senter yang bukan dirancang untuk nyelam.

SPESIFIKASI

  • Sumber Cahaya: LED CREE XM-L2 T6
  • Terang minimum: 0,1 ANSI Lumen
  • Terang maksimum: 960 ANSI Lumen
  • Dilengkapi dengan smart ring (bisa variable brightness 0,1 ANSI Lumen .. 960 ANSI Lumen)
  • Intensitas maksimum: 23256 cd
  • Jarak sorot maksimum: 308 meter
  • Baterai: 1 buah Li-ion 18650 rechargeable atau 2 buah Lithium Cr123 primary
  • 3 LED yang bisa berubah warna merah, hijau, biru
  • Runtime:
    • Baterai Li-ion 18650 kapasitas 2600 mAh: 960 ANSI Lumen (1 jam 45 menit)… 0,1 ANSI Lumen (200 jam)
    • Baterai CR123 kapasitas 1500 mAh: 960 ANSI Lumen (1 jam 15 menit)… 0,1 ANSI Lumen (120 jam)
  • Rating kedap air 2 meter (IPX8)
  • Tahan jatuh (impact resistant) 1,5 meter
  • Bodi terbuat dari aluminium grade pesawat
  • Lensa mineral glass dengan anti reflective coating
  • Dimensi:
    • Panjang: 15,8 cm
    • Diameter kepala: 4 cm
    • Diameter tabung: 2,54 cm
    • Berat: 173 gram (tanpa baterai)

PETUNJUK PEMAKAIAN

  • Tekan saklar di tail-cap untuk ON/ OFF
  • Putar smart ring untuk ubah mode dan atur terangnya senter

1-1_SRT7_En3

UNBOXING

SRT7 box

Seperti biasa, produk Nitecore hadir dalam dus. Kemasan seperti ini memungkinkan distributor/ dealer memeriksa ulang senternya sebelum dikirim ke konsumen.

SRT7 unboxing

Dalam paket terdapat: senter, pocket clip, holster (sarung senter), o-ring cadangan, karet saklar cadangan, buku petunjuk dan kartu garansi.

IMPRESSION

SRT7 tail standing

NITECORE SRT7 bisa tail standing walaupun tidak benar-benar stabil karena bagian head yang lebih besar daripada tail.. Tapi itu bukan alasan kenapa senternya agak doyong, ini karena memang temboknya yang ngak rata 😀

Untuk pemakaian tail-standing yang lama, saya sarankan cebur dalam gelas berisi air. Gelas akan membuat NITECORE SRT7 berdiri dengan mantap. Air berfungsi sebagai pendingin agar LED dan driver tidak kepanasan. Memang senter NITECORE dibuat dengan ketangguhan tinggi, tapi jika bisa dirawat dan dipakai dengan benar tentunya akan lebih awet. Setuju bukan?

SRT7

Tulisan SRT7 Revenger pada bodi sangat solid dan halus. Knurling juga mantap, enak dipegang. Senter dilengkapi dengan anti-roll design sehingga tidak gampang gelinding. Jika pocket-clip dipasang, feelnya lebih mantap lagi.

SRT7 main parts

SRT7 bisa dicopot menjadi 3 bagian utama: head, body dan tail-cap. Ulir bodi yang dekat head polos, sedangkan yang dekat tail-cap dianodize sehingga dengan mengendorkan tail-cap sedikit, senter bisa dilock-out.

SRT7 recoil protection

Kontak positif pada SRT7 diberi fitur reverse polarity protection.. jika baterai terbalik maka tidak akan ada arus yang mengalir karena kutub negatif baterai (biasanya datar) tidak bisa menyentuh kontak positif yang rada tenggelam ke dalam. Akibat fitur ini, NITECORE SRT7 tidak bisa menggunakan baterai Li-ion 18650 yang flat top. Plastik reverse polarity protection pada SRT7 berbeda dengan yang ada di SRT3 maupun SRT5. Kualitas yang di SRT7 lebih baik.

Perhatikan pula per yang menopang kontak positif. Ini fungsinya untuk meredam recoil (hentak balik) dari senjata saat ditembakkan. Ingat, senter ini sebenarnya ditujukan untuk militer dan aparat keamanan.

SRT7 tail cap spring

Kontak negatif juga dilengkapi dengan per. Dengan adanya per di depan dan belakang maka baterai aman dari efek recoil senjata.

SRT7 tail cap

Tail cap pada SRT7 juga berbeda dengan yang di SRT3. Yang ini cuma pakai 2 kuping sehingga kemampuan SRT7 untuk tail-standing tidak sebaik SRT3. Tail-cap seperti ini untuk mempermudah para LEO, yang seringkali memakai sarung tangan saat operasi taktis, untuk menyalakan senternya.

SRT7 indicator

Pada bagian head terdapat lampu indikator yang multi-fungsi:

  • Locator: pada saat standby (senter ON), lampu ini nyala setiap 2 detik sehingga jika tiba-tiba mati lampu pemilik bisa mengetahui senternya ada dimana
  • Low power indicator: jika saat senter dinyalakan dan lampu ini berkedip cepat berarti sudah low batt.

SRT7 red LED

Selain LED utama, juga terdapat 3 multi color LED. Cahaya merah untuk night photography atau operasi taktis militer.

SRT7 green LED

Cahaya hijau bisa untuk menarik perhatian ikan, cocok buat yang hobi mancing.

SRT7 blue LED

Cahaya biru bisa dipakai untuk melacak bercak darah (cocok untuk yang hobby berburu). Bisa pula untuk yang hobby mancing, cahaya biru juga menarik perhatian ikan untuk mendekati umpan.

NITECORE SRT7 bisa strobo merah biru. Dalam beberapa kejadian, saya usir angkot yang ngetem dengan SRT7. Caranya.. nyalakan SRT7 red blue strobe mode kemudian letakkan di dashboard. Klakson. Supir angkot ngelihat ke belakang lewat spion. Oo.. Oo.. ada mobil aparat mau lewat. Angkot yang ngetem segera maju dan minggir. Ketipu deh supir angkotnya.  Sebel juga sih lihat angkot yang ngetem sembarang di persimpangan dan di tengah jalan. Lho.. kok jadi curhat colongan? 😀

BEAMSHOT

SRT7 beamshot alatpetualang

NITECORE SRT7 cahayanya throw dengan spill yang memadai. Perhatikan hotspot yang di tengah dan spill yang menerangi bebatuan di pantai.

KESIMPULAN

PRO:

  • SRT7 konstruksinya tangguh dan dilengkapi per di kontak positif maupun negatif sehingga mampu meredam recoil senjata.
  • Jarak sorot 308 meter dan terang 960 ANSI Lumen sangat memadai untuk operasi militer.
  • Mampu nyelam 40 meter. Jauh melebihi klaim pabrik yang cuma 2 meter.
  • Terdapat LED multi color (RGB / RED GREEN BLUE). Plus bisa strobo merah biru.
  • Variable brightness, terang bisa diatur sesuai kebutuhan.. selain bisa menghemat baterai juga tidak silau untuk penerangan jarak dekat.
  • Dilengkapi lampu indikator low batt yang juga berfungsi sebagai locator.

CON:

  • Tidak bisa memakai baterai Li-ion 18650 flat top.
  • Kemampuan tail-standing kurang mantap karena diameter head yang besar dan tail-cap yang cuma mengandalkan dua kuping.

NITECORE SRT7 bisa di beli di www.alatpetualang.com

 

REVIEW NITECORE SRT3

REVIEW NITECORE SRT3

NITECORE SRT3 DEFENDER dirancang sebagai senter EDC (Everyday Carry) untuk penerangan dan beladiri. Ukurannya cukup mungil untuk dikantongi sehari-hari. Baterainya bisa pakai AA (alkaline maupun NiMH), RCR123 (Li-ion Rechargeable 3,7 Volt) dan CR123 (Lithium 3 Volt yang habis pakai buang).

SPESIFIKASI

  • Sumber Cahaya: CREE XM-L2 T6
  • Output Maksimum: 550 ANSI Lumen
  • Output Minimum: 0,1 ANSI Lumen
  • Baterai:
    • AA (alkaline/ NiMH) ==> Terang maksimum 180 Lumen (1 jam)
    • CR123 (Lithium) ==> Terang maksimum 330 Lumen (1 jam 15 menit)
    • RCR123 (Li-ion Rechargeable) ==> Terang maksimum 550 Lumen (45 menit)
  • Intensitas cahaya:
    • AA: 1500 cd
    • CR123: 2800 cd
    • RCR123: 4500 cd
  • Bodi: Aluminium grade pesawat
  • Dimensi:
    • Panjang: 10 cm (tanpa AA extender)
    • Diameter: 2,54 cm
    • Berat: 73 gram (tanpa baterai)
  • Rating kedap air 2 meter (IPX 8)
  • Tahan jatuh 1,5 meter

PETUNJUK PEMAKAIAN

  • Tekan tombol di pantat senter untuk ON/ OFF
  • Putar smart ring untuk ubah mode. Terangnya NITECORE SRT3 bisa diatur sesuai kebutuhan (min 0,1 Lumen – max 550 Lumen)

1-1_SRT3_En3

UNBOXING

SRT3 box

NITECORE SRT3 hadir dalam dus mungil. Pabrikan senter China memang lebih senang menggunakan dus dibandingkan blister plastik. Mungkin ada beberapa alasan dibaliknya. Pertama, kertas lebih mudah didaur ulang dibandingkan plastik. Kedua, distributor bisa melakukan final QC sebelum senter dikirim ke konsumen.

SRT3 Unboxing

Dalam paket terdapat: senter, holster (sarung senter), lanyard, o-ring cadangan, buku petunjuk pemakaian dan kartu garansi.

IMPRESSION

SRT3 AA and CR123

NITECORE SRT3 bisa menggunakan berbagai jenis baterai. Kiri: SRT3 jika menggunakan baterai RCR123 atau CR123. Kanan: SRT3 dengan baterai ukuran AA. Untuk beladiri saya lebih menganjurkan setup sebelah kanan. Senternya lebih panjang dan mantap dipegang. Cahaya 180 ANSI Lumen sudah cukup untuk membuat lawan berkunang-kunang.

SRT3 with batteries

NITECORE SRT3 (tanpa ekstensi AA) dengan baterai CR123, Li-ion 14500, dan Lithium AA. Perhatikan bahwa Li-ion 14500 Nitecore protected lebih panjang dibanding Lithium AA. Saya pribadi menggunakan NITECORE SRT3 dengan baterai 14500 sebagai baterai utama. Lithium CR123 dan Lithium AA sebagai cadangan. Namun saya tidak menyarankan pemakaian baterai 14500 walaupun tegangannya sama saja dengan RCR123. Baca lebih lanjut untuk alasannya.

NITEYE JC10 vs SRT3

Perbandingan NITECORE SRT3 dengan NITEYE JC10 yang sama-sama bisa menggunakan baterai Lithium CR123.

SRT3 body

Knurling pada NITECORE SRT3 cukup mantap untuk dipegang. Pocket clip membuatnya lebih mantap lagi. Tidak gampang tergelincir bahkan jika dipakai untuk beladiri sekalipun. Perhatikan bagian kepalanya yang bergerigi, fungsinya untuk memecahkan kaca jendela mobil jika keadaan darurat atau untuk melumpuhkan lawan jika beladiri.

SRT3 tail

Pocket clip sudah terpasang dari pabrik. Ulir dianodize sehingga senter bisa dilock-out untuk mencegah senter nyala tanpa sengaja. Fitur lock-out sebenarnya kurang perlu karena alasan di bawah ini.

SRT3 switch

Saklar pada SRT3 agak tenggelam sehingga kemungkinan senter nyala tanpa disengaja sangat kecil. Desain seperti ini memungkinkan NITECORE SRT3 untuk tail-standing.

SRT3 on hand

Setiap senter NITECORE dilengkapi dengan serial number. Perhatikan deretan angka pada bagian kepala senter. Serial number ini selain berfungsi untuk mencegah pemalsuan, juga untuk mengontrol pemasaran. Dari serial number bisa dilacak distributor yang memasarkan senter (supaya tidak cross selling), tipe senternya, dll.

NITECORE SRT3 cukup nyaman dipegang (terutama dengan ekstensi AA terpasang). Tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek. Pocket Clip juga kuat cengkramannya. Sampai saat ini belum pernah sekalipun senter copot/ jatuh akibat pocket clip yang kendor.

SRT3 extension

Ini ekstensi AA. Karena baterai AA lebih langsing dibanding RCR123 dan CR123 maka diameter bagian dalam ekstensi lebih kecil supaya baterai AA tidak goyang dalam senter (rattle).

Reverse Polarity Protection SRT3

Karena saya memakai Li-ion 14500 protected yang ukurannya lebih panjang daripada baterai AA umumnya. Mekanisme Reverse Polarity Protection yang terbuat dari plastik menjadi retak. Setelah kejadian ini, saya baru sadar kenapa Nitecore cuma mencantumkan RCR123, CR123 dan AA di deretan baterai untuk SRT3.

Saya pakai Li-ion 14500 karena ngejar terang yang 550 ANSI Lumen… Voltase Li-ion 14500 sama dengan RCR123. Kapasitas juga lebih besar 14500 (750 mAh) vs RCR123 (650 mAh). Ternyata kreativitas saya harus dibayar dengan komponen plastik yang retak. 😀

Tidak pengaruh ke fungsi senter sih.. cuma sebal saja karena penampilan senter jadi ada yang kurang.

SRT3 lowest mode

NITECORE SRT3 lowest output.. Kelihatan artistik ya di photo? 😀

SRT3 red led

NITECORE SRT3 dilengkapi dengan LED yang bisa berubah warna merah dan biru. Cahaya merah bermanfaat untuk tactical operation militer/ LEO (law enforcement officer). Bisa juga dipakai untuk night photography, membantu kamera untuk autofokus dengan baik.

SRT3 blue led

Ini saat LEDnya berubah jadi biru. Cahaya biru bisa dipakai untuk menarik perhatian ikan (buat yang hobi mancing) atau melacak darah yang berceceran (bagi yang hobi berburu). LED ini bisa berubah warna dengan cepat (strobo merah biru layaknya punya mobil polisi).. sangat bermanfaat untuk menarik perhatian dikala darurat.

BEAMSHOT

Control Shot

Control shot.. Photo lebih gelap daripada keadaan sebenarnya. Settingan kamera diatur supaya cahaya dari lampu penerangan di sisi kanan jalan tidak mengganggu.

SRT3 max 550 Lumen

NITECORE SRT3 running 550 ANSI Lumen. Terangnya cukup mantap khan untuk sebuah senter ukuran EDC?

SRT3 beam profile

Ini pola cahaya NITECORE SRT3.. Terlihat kalau mayoritas cahaya ada di tengah dengan sedikit spill di kiri kanan. Jadi wajar aja kalau cahaya NITECORE SRT3 cukup throw.

KESIMPULAN

PRO:

  • Ukuran pas buat senter EDC
  • Dilengkapi dengan bezel bergerigi untuk beladiri
  • Ada LED merah untuk night photography dan operasi taktis
  • Ada LED biru untuk mancing dan berburu
  • Bisa memakai berbagai jenis dan ukuran baterai (AA Alkaline, AA Lithium, AA NiMH, CR123, RCR123)
  • Bisa tail-standing
  • Bisa lock-out
  • Variable Brightness
  • Reverse polarity protection

CON:

  • Tidak cocok dengan Li-ion 14500 protected. Ukuran terlalu panjang menyebabkan mekanisme Reverse polarity protection retak.

Nitecore SRT3 bisa dibeli dimari.

 

 

REVIEW NITEYE JC10

REVIEW NITEYE JC10

NITEYE JC10 senter yang ditujukan buat pencinta otomotif dan outdoor adventure. Senter ini membutuhkan 1 buah baterai Lithium CR123 sebagai sumber daya. Keunggulan baterai CR123 terletak di ukuran yang kecil, bobot yang ringan, kapasitas 1500 mAh serta kemampuannya untuk beroperasi pada suhu ekstrim hingga -40 derajat Celcius. Dengan kelebihan yang dimiliki CR123 maka tak heran kalau baterai ini sangat populer di negara yang ada musim salju.

NITEYE merupakan produsen senter ternama asal China yang sebagian produknya dijual ke Amerika dan Eropa, jadi ngak heran kalau NITEYE JC10 dirancang untuk memakai baterai CR123. Sekedar informasi, NITEYE satu group dengan JETBeam. Bedanya merek NITEYE ditujukan untuk segmen konsumen kelas atas.

SPESIFIKASI

  • Sumber cahaya: LED CREE R5
  • Lensa: HD Lens
  • Output:
    • Max 260 Lumen (1,5 jam)
    • Min 5 Lumen (40 jam)
  • Terangnya NITEYE JC10 bisa diatur sesuai dengan kebutuhan (variable dimming)
  • Jarak sorot maksimum 90 meter
  • Intensitas cahaya maksimum 1900 cd
  • Design circuit: arus konstan dan terang konstan
  • Voltase operasional: 1 – 3,2 Volt
  • Sertifikasi kedap air IPX8
  • Bodi: aluminium grade pesawat
  • Dilengkapi dengan magnet pada tail-cap
  • Dimensi:
    • Panjang: 8,1 cm
    • Diameter: 2,3 cm
    • Berat: 43 gram (tanpa baterai)

CARA PEMAKAIAN

  • ON/ OFF: Tekan saklar di bagian atas senter.
  • Variable Dimming: Nyalakan senter. tekan dan tahan saklar senter maka terang akan disesuaikan (naik/ turun). Kalau sudah pas, lepas dan senter akan mengingat terang yang kita inginkan.
  • STROBE: Double click

UNBOXING NITEYE JC10

NITEYE JC10 box

NITEYE JC10 datang dalam dus kecil yang cukup sederhana.

NITEYE JC10  unboxing

Dalam paket terdapat: senter, pocket clip, baut, o-ring cadangan, buku petunjuk dan kartu garansi

NITEYE JC10

NITEYE JC10

NITEYE JC10 knurlingnya kurang agresif, cenderung licin kalau dipegang dengan tangan yang basah. Untung dalam paket tersedia pocket clip yang bisa membuat pegangan terasa lebih mantap. Kemampuan tail-standing merupakan salah satu fitur yang saya senangi dari senter ini.

NITEYE JC10 vs SRT3

Perbandingan ukuran NITEYE JC10 dengan NITECORE SRT3. Keduanya menggunakan baterai CR123. Sama-sama senter yang variable brightness. Bedanya NITEYE JC10 diatur terangnya dengan menekan tombol. NITECORE SRT3 dengan memutar smart ring.

NITEYE JC10 unibody

Bagian Head tidak bisa dibuka (menyatu dengan bodi).

NITEYE JC10 inside tube

Kelihatan di photo ini kalau NITEYE JC10 menggunakan komponennya JETBeam juga.

NITEYE JC10 tail cap

Tail-cap NITEYE JC10 dilengkapi dengan magnet sehingga baterai CR123 menempel pada saat dikeluarkan dari senter.

NITEYE JC10 on hand

Perhatikan ukurannya yang mungil dalam gengaman saya.. Apa tangan saya yang besar ya? 😀

CONTOH PEMAKAIAN

NITEYE JC10 kap mesin

NITEYE JC10 ditempel pada kap mesin. Sangat praktis ketika pecinta otomotif hendak mengoprek mobilnya. Bisa ditempel juga di rangka mobil ketika harus masuk kolong mobil.

NITEYE JC10 ganti ban

Jika harus mengganti ban bocor, NITEYE JC10 bisa ditempel ke bodi mobil. Perhatikan cahayanya yang terang mantap.

NITEYE JC10 bagasi

Bisa pula ditempel ke pintu bagasi ketika harus mencari barang.  Terbayang khan manfaat senter ini buat para pecinta otomotif.

BEAMSHOT

Control Shot

Control Shot. Photo kelihatan lebih gelap daripada kondisi sebenarnya. Settingan kamera diatur supaya cahaya lampu jalan di sisi kanan jalan tidak mengganggu.

NITEYE JC10 High Mode

Masih dengan settingan camera yang sama.. Cahaya NITEYE JC10 bersifat flood (nyebar) sehingga sangat nyaman buat penerangan jarak dekat. Apalagi dengan kemampuannya untuk variable dimming, tidak bikin silau.

KESIMPULAN

PRO:
1. Ukuran sangat mungil untuk terang 260 Lumen
2. Dilengkapi pocket clip.. bisa jepit di kantong depan untuk penerangan yang hands free
3. Dilengkapi dengan magnet di tail-cap, sangat praktis untuk perbaikan mobil
4. Variable brightness sehingga bisa mengoptimalkan pemakaian baterai
5. Bisa tail-standing
6. Cahaya flood, cocok untuk walk around the house atau penerangan jarak dekat (tidak bikin silau)

CON:
1. Knurling kurang agresif (untung tertolong oleh adanya pocket clip).
2. Tidak bisa pakai baterai RCR123 yang rechargeable sehingga biaya operasional relatif mahal jika dipakai sebagai senter utama. Disarankan untuk senter backup saja. Baterai CR123 primary (habis buang) berkisar 25 – 30ribu per biji di Jakarta.

Thank you for doing the review for DDR30 and JC10.
PS: JC10 is suitable for RCR123 also, but our engineer do not suggest long 
time using highest output by this battery, the temperature will be too high to 
hurts the led lamp.

CON kedua saya coret karena informasi dari pabrik menyatakan NITEYE JC10 bisa pakai baterai Li-ion RCR123 rechargeable. Namun diingatkan untuk tidak menggunakan output maksimum untuk waktu yang lama karena suhunya bisa sangat panas dan merusak LED.

Tadi siang saya buka baterai RCR123 yang baru kemudian dicharge sampai penuh.. saya coba di JC10 selama 1 menit (bukan max output). Terbukti bisa pakai RCR123. Kalau driver ngak support, nyala beberapa detik aja udah bisa merusak senternya.

Senter NITEYE JC10 bisa dibeli www.alatpetualang.com.

 

REVIEW TERRALUX LIGHTSTAR 300

REVIEW TERRALUX LIGHTSTAR 300

TerraLux LightStar merupakan senter premium entry level yang tangguh dan terangnya memadai untuk keperluan sehari-hari. Mari kita saksikan ketangguhannya.

KEMASAN TERRALUX LIGHTSTAR300

Kemasan Terralux
Kemasan yang ekslusif, cocok untuk dijadikan kado buat orang-orang tercinta: orang tua, anak, suami/ istri, saudara, atau pacar. Dalam kemasan sudah tersedia 2 buah baterai AA Alkaline. Senter bisa segera digunakan.

TEST CEBUR AIR


Terralux dan Fenix dicebur dalam keadaan nyala.. Anda senang berpetualang? Tinggal di daerah yang rawan banjir? Rute Anda sehari-hari melewati daerah rawan banjir? Senter kualitas seperti ini yang pantas menemani aktivitas Anda.

TEST JATUH


Senter ini tahan jatuh (impact resistant).. Setelah dijatuhkan 3x dari ketinggian sedada ke lantai keramik, senter merek X pecah reflectornya.. Terralux tetap utuh. Impact resistant penting sekali karena dalam pemakaian senter bisa saja jatuh tanpa disengaja.

TEST DILINDAS MOBIL


Terralux Dilindas Mobil (zoom in)
Senter ini bahkan kuat dilindas Terios (+/- 1600 kg). Perhatikan senter tetap nyala.. Lensa dan reflector tetap utuh.

TEST DIBEKUKAN JADI ES BALOK

Terralux Dibekukan
Senter dicebur dalam air dalam keadaan nyala dan dibekukan jadi es balok. Low mode 100 Lumen bisa 24 jam dengan 2 baterai AA. Test ini untuk mengetahui kemampuan senter untuk beroperasi di daerah dingin/ bersalju.

TEST DIREBUS

Terralux Direbus
Masih belum cukup tangguh? Saya rebus terralux dalam air mendidih (keadaan senter tetap nyala juga)

TEST TAIL STANDING

Terralux Tailstanding
Senter ini juga bisa tail-stand.. Cahaya disorot ke langit-langit dan dipantulkan untuk menerangi satu ruangan. Jauh lebih aman dan terang jika dibandingkan dengan lilin. Ngak ada lagi cerita kebakaran gara gara lilin jatuh.

TESTIMONI TERANGNYA SENTER

 


Terangnya melebihi lampu standar motor.. Mantaaap.

SENTER BABAK BELUR


Penampakan senter sudah babak belur tapi tetap nyala dan berfungsi sempurna.. :thumbup

EMAIL DARI PRESDIR TERRALUX INC

Saya seorang flashaholic (kolektor dan hobi senter).. Saya sendiri pula yang melakukan berbagai test extreme di atas.. Hasil test juga telah saya publikasikan di forum pecinta/ kolektor senter internasional. Berikut ini email ucapan terima kasih dari Presiden Direktur TerraLUX Inc. atas test dan review saya. Terralux yang saya jual pasti terjamin kualitasnya dan boleh dijajal dengan berbagai test seperti di atas. 🙂

Berdasarkan konstruksi dan pola cahaya, senter ini cocok banget untuk:

  • Persiapan di mobil. Cahaya yang bisa diatur menjadi low mode 100 Lumen sangat cocok untuk menemani aktivitas perbaikan mobil. Pola cahaya yang cukup flood membuatnya nyaman dipakai untuk kerja jarak dekat. Ngak bikin silau.
  • Persiapan di rumah kalau mati lampu.. Senter bisa disorot ke langit langit dan cahayanya dipantulkan untuk menerangi satu ruangan. Jauh lebih terang dan aman dibanding pakai lilin.
  • Mancing.. Konstruksi kokoh: tahan jatuh, tahan cebur air dan terang.. Cocok banget buat Anda yang senang mancing malam hari.
  • Camping.. Tali lanyard senter bisa digantung di kemah untuk penerangan yang mantap
  • Gowes.. Cahaya yang kombinasi throw dan flood sangat nyaman buat Night Ride. Terangnya melebihi lampu motor yang standard.
  • Hiking.. Suka petualang di daerah terpencil? Jangan kuatir baterai AA mudah dibawa dan ringan. Kehabisan baterai cadangan? Di warung desa juga tersedia. 🙂

Singkat kata, senter ini cocok banget buat Agan yang butuh senter tangguh: tahan banting, tahan cebur air, bisa dipakai di daerah panas/ salju, dan yang pasti terang. Senter ini ukurannya cukup nyaman untuk dikantongi.

KEUNGGULAN SENTER INI:

  • Tahan dicebur dalam air (waterproof & submersible)
  • Tahan dijatuhkan (impact resistant)
  • Tahan dilindas pakai mobil
  • Tahan dibekukan jadi es balok (bisa dioperasikan di daerah dingin/ salju)
  • Tahan direbus dalam air mendidih (bisa dioperasikan di daerah panas/ gurun)
  • Bisa tail-standing (berfungsi sebagai lilin tapi jauh lebih terang dan aman)
  • Terangnya > lampu motor yang standard
  • Baterai gampang diperoleh.. Senter ini pakai 2 baterai AA Alkaline. Bisa pakai baterai NiMH juga. Satu set baterai bisa tahan 3 jam (High Mode 300 Lumen) atau 24 jam (Low Mode 100 Lumen). Hemat energi khan?